Di dalam keseharian
itu selalu ada dan selalu membutuhkan apa itu yang dinamakan
perhatian.Perhatian dimana ada seseorang yang mengingatkan segala
aktifitas.Setahun ini kujalani diriku sendiri sebagai jomblo.Jomblo yang selalu
membutuhkan uluran cinta dari orang yang disuka namun entah mengapa tak
terbalas dan hanya bertepuk sebelah tangan
Setahun bukan waktu
yang sebentar untuk kembali merajut kasih.Namun itu hanya sebuah khayalan
belaka.Disaat kucoba mendekatinya, dimana kala itu kudekat dan kucoba selalu
mendekatinya, akan tetapi justru dia menghindar ketika orang yang dulu bersama
datang, dengan datangnya diapun ingatan yang awalnya lumpuhpun seolah kembali
bangkit meskipun harus tertatih.Sekilas itu mudah ketika satu hari.Beberapa
hari, hari demi haripun seolah ada yang terbayangkan, meskipun lumpuh tentang
ingatannya.. namun perlahan ingatan itu datang kembali.Dengan bantuan
sahabatnya yang selalu dekat denganku.Dia sering mengingatkan, menuntun
hari-hariku untuk kembali kepadanya.
Seseorang terkadang
beranggapan bahwa itu cinta datang terlambat, namun bukan cinta yang datang
terlambat melainkan kita yang terlalu sadar dan posesif terhadpanya.Salah satu
akibat dari itu semua adalah dengan cara mendekatinya kembali, seakan habis
dengan kata-kata untuk merajut kembali hubungan yang telah jatuh yang terkihat
sudah retak dan hamper patah.
Kucoba mendekat
namun terlambat.Kulihatnya bersama orang yang lebih baik dariku.Lebih
pengertian, perhatian dan selalu da disaat dia menghubunginya.
Melihat kebahagiannya,
kuhanya bisa tersenyum melihat ari kejauhan.Meskipun dalam hati berkata “
seandainya kesempatan itu terbuka kembali “.
Mencari orang yang
sama didalam satu dunia itu tidak akan pernah ada, mengejar seberapa jauhpun
tetap hanya ada satu, sering kusebut dengan dia.
Selalu muncul dalam
mimpi dikala satu setengah semester lebih, lumpuh.. tertatih.. setiap hari
kuselalu merindukan, ingin kukatakan namun dengan apa harus kukatakan untuk dia
mendengar apa yang akan aku ampaikan.Hanya khayalan yang percuma.
Sandiwara,
nongkrong bareng sahabat-sahabat hanya sekejap melupakannya.Hanya sekejap
mendengarkan obat dan motivasi untuk bangkit meninggalkannya.Hanya menjawab “
iya akan kucoba”, namun hati hanya berkata “ dengan pa dan bagaimana harus
kusampaikan ingatan itu hamper sumpah dilupakan “.
Terkadang sebuah
novel dan film cinta itu hanya menambah luka, terbayang dikala waktu nonton
bareng bersama, dikala berbagi cerita dari novel perpusda.
Siang. Sore, malampun
dengan social mediapun menjelah adriku untuk mengetahuinya.Lewat 160 karakter
kubisa tahu apa yang sedang dia ingin curahkan, “ what’s happening ?”.Instagrampun
tak pernah lupa member kabar, abadian foto yang di kirimkan lewat akunnya pun
tak pernah tampak, hanya dalam berita following dengan dia menyukai foto
seseorang yang kusebut dia orang yang lebih pantas untuknya.
Menjadi jomblo
tertatih itu sakitnya dibelakangan yang tak kunjung usai.Mungkin dengan terapi
apa ? mungkin kedokter mana? Yang pasti hanya kepada dia obat
satu-satunya.Ketika kusapa dan kulihatnya mungkin salah satu cara, namun demi
apa setiap kali bertemu dengannya kuhanya memalingkan muka.Munafik untuk
semuanya, takut dikira ada yang salah.
Melupakan, bagi
orang yang ahli dalam percintaan itu sudah biasa, namun berbeda bagi jomblo
tertatih, hanya bisa memendam rasa, dan ketika mendapatkan pasangan pengganti
itu pasti sebelum menggapai status ikatan pacaran pasti sudah mengingat
kembvali mantan yang mungkin dia lebih tepat.
Namun menjadi
jomblo tertatih itu takdir Tuhan yang akan diberikan kebahagian diujung patah
hati.Entah itu dengan siapa, Tuhan pasti memberikan semua ini karena mungkin
inilah yang terbaik dan pantas untuk diberikan.Happy endingku...