Ku kenal dia berawal
dari pertemuan yang tidak ku tahu kenapa terjadi seperti itu.Terkadang
berkenalan tidak butuh yang namanya persiapan, tidak butuh yang namanya kejutan
dan tidak butuh namanya uang.Perkenalanku pada dia ketika pendataran masuk
kesebuah sekolah, saat itu kepelosanku membuat semuanya terasa biasa tanpa
merasa aneh kepada dirinya, berdetak saja tak ada.Namun suara sapa yang di
ucapkan dengan wajah tersenyum, salam hangat itu menjadi menarik namun tetap
wajar dan mengasikkan.
“Oh tiada kejutan yang hebat dan mempesona
Ketika kau lewat dihadapanku, biasa saja
Waktu perkenalan lewatlah sudah
Ada yang menarik pancaran diri
Yang wajar tapi tetap memgasiykan..”
Ketika menggenggam
tangannya, terasa ada yang berbeda, hangat dan lembut lambaian tangan saat itu
tidak dapat pergi dan membuat bimbang hati.Kusampaikan rindu ini kepada hati
yang setelah lama menjalani kesendirian karena tiada yang dapat melepaskan
hasrat kesendirian.Membayangkan peristiwa saat pagi, terbawa sampai sebelum
tidurku yang tetap ingin mengetahui siapakah dirinya.
Di hari kedua
pendaftaran, kutunggu dirinya seperti biasa dimana aku dan dia berkenalan,
tepat depan pohon dan bangku panjang.Disitulah kutunggu dia, namun saat itu
bayangan yang ada dalam fikiranku bukanlah perasaan suka meainkan hanya ingin
mengenal dia.Tidak berselang lama, Nampak dari kejauhan ada yang berjalan
dengan membawa sampul biru dari arah jalan sempit.Semakin dekat dan sampai
ditempat itu, ternyata dia.Senyumnya yang manis membuatku merasakan kenyamanan
bersama dia meskipun saat itu baru mengenal sebentar.
“ Hai.. kamu dari mana ?”Sapaku ramah terhadapnya.
“Hai juga, Oh iya ini dari kantin”Balasnya sambil membuka
tas.Tidak beberapa lama kemudian disodorkannya botol air mineral kepadaku.
“Ini buat kamu”Dia menawarkan kepadaku.
“Oh iya terima kasih ya” Kuberikan kembali senyuman ramah
kepadanya.
Semenjak saat itu,
aku mulai berfikir untuk mengenal lebih dalam terhadap dia karena ada yang
berbeda setelah dia terlihat baik.
Berselang beberapa menit kemudian tanda bel tanda siswa
mengikuti tes psikotes dimulai, setelah itulah aku dan dia bergegas pergi ke
ruangan masing-masing untuk melakukan tes.
Dihari ketiga
dimana pengumuman pendaftaran siswa yang diterima diumumkan di papan depan
sekolah.Syukur alhamdulilah kuditerima disekolahan tersebut, namun kulupa tidak
melihat apakah juga diterima dalam sekolah tersebut ataukah tidak.
Kutunggu dia
ditempat biasa.Namun lama kumenunggunya, dia tidak kunjung datang tuk
menemuiku.Ada yang berbeda, namun yang ada dalam fikiranku adalah mungkin dia
sudah pulang bersama orang tuanya.Entahlah ketika itu, lama menunggu membuat
rasa bosan itu datang menghampiri.Dan seketika itu kucoba melangkah untuk
meninggalkan tempat itu.Akhirnya kulangkahkan kaki bergegas untuk pelan meskipun
perasaan ingin pulang itu terhenti.
Ketika masa
orientasi siswa itu datang,pagi hari ditengah lapangan diadakan upacara
penerimaan siswa baru.Saat itu mulai mengenal satu sama lain, namun tidak
dengan dia.Tidak disangka saat itu dia berada tepat dibelakangku tanpa aku
sadari.Ketika kutolehkan kepala kebelakang, sempat aku mengenali wajah
tersebut.Dan setelah menghadap ke belakang, senyum manis itu datang
memberikanku semangat saat itu.Diapun
menyapaku dengan ramah dan begitu pula sebaliknya dengan aku. Tak disangka
secepat itu kudipertemukan kembali dengan dia.Hikmat upacara mengakhiri
pembicaraan singkat.
Setelah masuk
kedalam kelas, kucoba berpindah dari bagian belakang menuju kedepan.Itu semua
kulakukan karena keinginanku untuk dekat bersama dia.Karena saat itu dia
bersamaku dalam satu kelas dan kucoba untuk menjadi satu meja dua bangku.
Banyak percakapan
yang terjadi saat itu.Namun aneh terasa ketika dia mengeluarkan tas peralatan
sekolah, Nampak berwarna merah, bertuliskan JKT48, kemudian dibukanya tas
tersebut dan setelah itu kulihat pen dia juga berwarna merah.Ketika
mengeluarkan buku tulispun warnanya merah dan bertuliskan JKT48.
Saat waktu kosong
terkadang dia menyanyikan lagu dari idolanya.Dengan semangat dia
menyanyikannya, dan mau tidak mau kan kuterima semua kebiasaannya yang mungkin
setidaknya membuat ketidaknyamanan itu hinggap.Namun karena ekspresinya membuat
rasa yang sedikit tidak suka membuat tawa dan senyum yang selalu kuberikan
kepadanya.
Ketika melihat
berhari demi hari, dia menyerupai dan hampir sama dengan Nabilah member
JKT48.Kurasa mungkin ini alasan dia melakukan seperti itu.Terlihat dia akan
menirukan apapun yang nabilah lakukan dan usianyapun juga tidak terpaut jauh.
Kucoba kepo
kepadanya.Dan itu benar, ternyata dia adalah fans dari JKT48, terutama
nabilah.Tersadar dari semua itu, bingung melanda fikiran.Karena aku merupakan
orang biasa, mungkin cukup dengan mengaguminya sudah cukup.Tidak mungkin musik popjazzy
berubah menjadi musik pop.Karena itulah
yang menghambat kekagumanku kepadanya.
Dia banyak merelakan
waktunya demi melihat idolanya tersebut.Banyak pernak-pernik dan aksesori yang
dia pakai mirip dan identik dengan warna merah.Yang terbayangkan adalah, “
Apakah aku juga mengikutinya untuk bisa bersamanya ?” Kurasa tidak semudah
itu.Karena dibutuhkan keyakinan untuk berubah genre music.Yang ditakutkan
adalah ketika dia melihatku dan dia merasa ill feel kepadaku.
Apakah iya aku
mencintainya dengan harus aku mengagumi idolanya.Tentu saja tidak.Namun aku
yakin dari itu semua ada jalan yang
lebih baik untuk dapat terus bersamnya.Setiap hari kucari apa yang idolanya
suka dan kurelakan waktuku untuk dapat mencari info tentang idoalnya
itu.Perjuangan yang tak kenal lelah pasti akan dapat menghasilkan pekerjaan
yang maksimal.Dan itu berhasil.
Saat itu kita
berjalan bersama untuk melihat konser idolanya.Sampai hall, kududuk
disampingya.Ketika para member keluar, cepat tiada berdiri dan histeris untuk
meluapkan kebahagiannya.Mulailah para member menyanyikan lagu hits nya.
Saat lagu
selesai.Mulai aku mencoba membujuk dia untuk duduk.Dan diapun mengikuti bujukanku.
“Mau ada hal yang aku mau bicarakan padamu”Serius kukatakan.
“Ada apa?” Jawabnya sambil kebingungan.
Kupegang kedua tangannya “Selama ini kita meluangkan waktu
bersama, ada hal yang membuat aku nyaman ketika berada disampingmu.Dansetelah
kupahami, dapatkah kumenjadi oshi dalam hati kamu?Yang dapat kau banggakan
seperti kamu mengidolakannya ?”
“Aku tidak dapat menjawab sekarang, aku butuh waktu”Jawabnya
sambil melepaskan genggaman kedua tangannya.
Semenjak saat itu,
kedekatannya bersamaku mulai pudar.Mungkin Karena santunku salah berucap saat
yang tidak tepat.Banyak penyesalanpun kuterima.Kebodohan yang kulakukan hilang
sudah.Di sekolahpun juga dia berikan perlakuan yang sama.Terkesan dia mnghindar
dan pergi dihadapanku.
Tiga hari berturut
turut dia berikan perlakuan kepadaku.Malam itu terasa ada firasat yang datang
tiba tiba menghampiri dan membuat fikiran mengada ada hal yang tidak mungkin
terjadi.
Bel pintupun
terdengar dipertengahan malam.Dan kubergegas pergi membuka pintu.Dan tidak
menyangka apa yang terjadi ini seperti kenyataan.
“Happy Birthday” Ucap dia kepadaku seperti Nabilah.
Terkejut dan tak
dapat berkata dan berucap saat itu.Dia berikan kejutan yang bagiku itu sebuah
khayalan.
“Aku berikan ini juga sebagai tanda akun juga menerimamu
sebagai oshi dihatiku”Lanjut dia berucap dan memberikan senyumnya kembali.
Tidak dapat
menjawab apa apa dan setelah kutiup lilinnya, kupeluk dia, kurasakan hangatnya
sentuhannya dan rasa haru bahagia kurasakan saat itu.Itulah dia yang penuh
kejutan,dan mungkin inilah yang terasa ketika kuberanjak menuju umur tujuh
belas tahun.
Dan semenjak itu,
kita saring berjalan bersama, banyak waktu kuhabiskan bersamanya, dan yang
pasti kebahagian itu hinggap yang tidak kita duga dan perasaan bahagia itu
datang berawal dari kebiasaan yang dilakukan bersama.
Berawal dari
pertemuan, perkenalan, kedekatan, dan akhirnyapun kejutan yang dia berikan
memberikan warna dalam kehidupanku, memberikan cahaya bersama yang mengiringi
langkah bersama.Tiada kata yang dapat diungkapkan.Kebahagiaan itu datangnya
dari hati.
