Nembak cewe
itu ibarat contekan, bentuknya simple.. tinggal nyatain.. tinggal mana
yang mau diungkapkan dan ditulis.. dan tinggal menunggu waktu apakah itu
berhasil.Ada saatnya dimana ketika nembak cewe terdapat rasa rasa gerogi, malu,
takut ditolak.Setelah menungkapkan, andaikan berhasil diterima itu seperti soal
yang persis dengan apa yang diharapkan.Apabila ditolak, mungkin bisa jadi
seperti waktu ngebuka contekan, ternyata salah presepsi dan ketika mau menutup
ketahuan guru.Dijamin malu abis dan serasa menelan gula serasa asam.
Yah ada kalanya
seorang yang sedang sendiri yang sering dikenal dalam bahasa latinnya jomblo,
pastinya ada rasa memiliki seseorang itu sebenarnya iya harus dan wajib.Ketika
dimana sepulang sekolah, terus ketiduran dan tiada bunyi sms, mungkin yang
dirasakan saat itu ‘’ kok tidak ada yang ngingetin aku makan ?” terlanjur lebay
sambil ngusap aer dibibir sehabis tidur dan nyawa masih menyatu dengan kasur.
Ketika pulang
sekolahpun terasa ada yang beda, biasanya menunggu di masjid sambil menikmati
udara bawah pohon ringin, kapan dia pulangnya? Rasa cemas terasa ketika lama
menunggu sekitar tigapuluh menit lebih dan mencoba membuka ponsel, ada sebuah
pesan yang berisi pesan anda belum terkirim.Menengok kea rah kanan biasanya
kutolehkan, tepat biasanya berhenti sudah tiada tanda sepeda yang dia pakai
setiap hari berangkat ke sekolah.Namun tanpa disadari pertemuan itu datangnya
bukan karena suruhan ataupun ajakan untuk bertemu, namun kemistri yang ada
terkadang menemukan dikala yang tepat, dimana saat itu kucoba melihat dan
memegang bahu dia dan kusapanya, haii.. dia hanya tersenyum menoleh dan menatapku
dengan sedikit terkejut ketika setelah kupegang.Itu mungkin hanyalah
ilusi.Namun sekarang dengan kesendirian di masjid, yang terjadi adalah hanya
mengembalikan al-qur’an yang telah terbaca dan tiada aktifitas seperti yang
pernah kualami dan rasakan sebelumnya.
Di area kejuruanpun
juga sendiri, mungkin beberapa teman yang ada disekeliling area, terlihat dari
atas Nampak sepi jalan dibawah dan kursi yang pernah dia tempati bersama saat
itu.Masih tampak jelas dimana foto yang ada diponsel ini menandakan bahwa ada yang lain seketika
melihat dia sudah bersama orang lain.Waktu istirahat tiba dimana siswa yang
membawa bekal mulai bersandar didepan area kejuruan dan yang tiada bekal mulai
turun dari tangga dan mulai berjalan menuju tempat pembelian.Berjalan setapak
menuju ke tempat itu dan melewati kursi yang pernah terbawa perasaan saat itu,
dan beberapa langkah kemudian memalingkan muka ke samping lawan arah dimana
kursi itu berada.Cuma dapat tersenyum dengan apa yang dia berikan saat itu,
rasa itupun terbawa sampai ke tempat kumembeli makan.Ketika berbalik arah dan
kembali ke kejuruan, ada perasaan yang membuat kumenundukan muka dan
seolah-olah tidak melihat siapa yang berada di depanku.Mungkin ini sebuah
gengsi, mungkin ini adalah rasa yang kutunjukan betapa dulu pernah berbuat
salah kepadanya, entah siapa yang didepan, kurasa itu adalah dia, terkadang dia
muncul tanpa tersadar berada tepat dihadapan.Setelah sampai ditanggapun kembali
memandangkan tatapan kedepan.Seolah terlepas dari tempat dimana kuberbuat
salah.Mungkin itu kecemasan yang terjadi akibat emosi semata.
Beranjak dari
kejuruan dan tepat jam empat belas siswa mulai bergegas pulang.Berjalan
menuju ke tempat parkir samping masjid,
berjalan dengan teman yang biasanya bersamaku.Ketika berpapasan dengan dia,
kuragu untuk menyapanya untuk mengucapkannya kembali, sebenarnya ada niat untuk
berkata namun semua itu tertutup kabut hitam gengsi yang bersamaan.Didalam hati
menyesalkan tentu jawabannya iya, namun apa yang terjadi mungkin tidak akan
terulang kembali dan itu kesempatan yang terlewatkan.
Saat Ujian kenaikan
kelas tiba, yang pernah teringat pada ujian sebelumnya adalah ketulusan dia
memberikan pengertian dan penjelasan tentang pelajaran yang diujikan keesokan
harinya.Ketulusan dia mengajariku membuat rasa berterima kasihku kan terucap
kepadanya, kala itu dia kuanggap sebagai malaikat, jarang ada orang yang mau
merelakan waktunya demi oranglain yang jelas itu tidak akan menguntungkan demi
dirinya, apalagi mengajarkan di tengah malam.Seketika itu teringat janji
membangunkan tetpat jarum jam menunjukan pukul 2 malam.Namun kucoba
membangunkan badan sendiri ketika mendengarkan bunyi alarm jam, namun dengan
ketidak sadaran membuatku lupa akan janji tersebut.Terasa menyesal ketika
mengetahui setelah bangun ternyata matahari sudah mulai menampakkan cahanya.
Merasakan orang yang
spesial itu bersama kita mungkin tiada ibarat yang dapat menggambarkannya, kalaupun
ada mungkin seperti kuku yang berada dijari.Dia tumbuh selama orang yang
mempunyainya itu hidup.Banyak kenangan yang terjadi saat bersamanya, mungkin
cukuplah hanya disimpan rapat-rapat.Kenangan itu seperti embun, selalu datang
setiap hari dan akan hilang ketika dia sudah bersama oranglain terbang tak
terlihat dengan cahaya cerah yang mengiringi kepergiannya, dan dia akan
berbahaia bersama hal baru dan akan kurasa jatuhnya seperti semula.
Membuka lembaran
baru sepertinya tidak, mungkin lembaran yang masih tersisa bersama dia kan
kulanjutkan bersama orang lain karena kutahu dia tidak akan pernah kembali
selama dia masih mengingat waktu itu dan kepada oranglainlah pilihan dan
alasannya untuk dia bahagia.
Sebenarnya ada orang
yang mempunya kemiripan dengan dia.Namun semirip apapun orang tersebut tidak
akan dapat melanjutkan lembaran yang sebenarnya kan kututp bersamanya hingga
lembaran itu penuh dengan tinta.Salah memilih orang yang akan bersama itu
bukanlah harapan yang kuingin, namun ketika tidak mencoba semuanya akan
sia-sia.Mau tidak mau, dia adlah dia.Tidak ada orang yang serupa apalagi sama
persis dengannya.
Selalu teringat
pesannya, ” Semua ini bukan yang kita
ingin namun, Tuhan telah mentakdirkan bahwa kita terpisah karena kita memulai
dengan salah, kesalah pahamanmulah yang membuat kamu pergi dan mencoba
meninggalkanku secara sepihak, jika mungkin ini keputusan terbaik yang kamu pilih,
aku akan terima meskipun aku tidak menginginkan kepergianmu sekarang.Ada
beberapa pesan terakhir sebelum kamu meninggalkanku : ketika kamu berbuat janji
kepada kekasihmu nanti, maka tepatilah seperti apa yang kamu janjikan dan
buatlah orang yang akan bersamamu nanti adalah orang yang bahagia karena kebersamaan
denganmu, dan buatlah aku sebagai orang terakhir yang pernah kamu buat menangis
“, dari situlah kucoba untuk tidak jatuh kedalam kesalahan yang sama.Butuh
instropeksi, butuh penalaran, butuh sedikit pilahan dan pastinya butuh
kepastian.
Terkadang orang
terlihat lebih indah dan sempurna ketika dia sudah tidak kumiliki lagi dan
orang lainlah sebagai tempat dia menulis dan alasan untuk dia menorehkan tinta
kebahagian bersama.Menangis ? menyesal ? betulkah cinta itu datang dikala yang
tidak tepat ? mungkin tuhanlah yang berkehendak bahwa jodohmu mungkin masih
ditangan Tuhan, selagi mampu untuk berubah pasti dia akan diberikan jalan Tuhan
untuk melangkah kembali dan membuat lembaran baru dan membuang lembaran luka
yang masih hinggap di perasaan.
……………….
Tidak ada komentar:
Posting Komentar