Sabtu, 08 Juni 2013

Dibalik Pesan Singkat

   Nembak cewe  itu ibarat contekan, bentuknya simple.. tinggal nyatain.. tinggal mana yang mau diungkapkan dan ditulis.. dan tinggal menunggu waktu apakah itu berhasil.Ada saatnya dimana ketika nembak cewe terdapat rasa rasa gerogi, malu, takut ditolak.Setelah menungkapkan, andaikan berhasil diterima itu seperti soal yang persis dengan apa yang diharapkan.Apabila ditolak, mungkin bisa jadi seperti waktu ngebuka contekan, ternyata salah presepsi dan ketika mau menutup ketahuan guru.Dijamin malu abis dan serasa menelan gula serasa asam.
  Yah ada kalanya seorang yang sedang sendiri yang sering dikenal dalam bahasa latinnya jomblo, pastinya ada rasa memiliki seseorang itu sebenarnya iya harus dan wajib.Ketika dimana sepulang sekolah, terus ketiduran dan tiada bunyi sms, mungkin yang dirasakan saat itu ‘’ kok tidak ada yang ngingetin aku makan ?” terlanjur lebay sambil ngusap aer dibibir sehabis tidur dan nyawa masih menyatu dengan kasur.
   Ketika pulang sekolahpun terasa ada yang beda, biasanya menunggu di masjid sambil menikmati udara bawah pohon ringin, kapan dia pulangnya? Rasa cemas terasa ketika lama menunggu sekitar tigapuluh menit lebih dan mencoba membuka ponsel, ada sebuah pesan yang berisi pesan anda belum terkirim.Menengok kea rah kanan biasanya kutolehkan, tepat biasanya berhenti sudah tiada tanda sepeda yang dia pakai setiap hari berangkat ke sekolah.Namun tanpa disadari pertemuan itu datangnya bukan karena suruhan ataupun ajakan untuk bertemu, namun kemistri yang ada terkadang menemukan dikala yang tepat, dimana saat itu kucoba melihat dan memegang bahu dia dan kusapanya, haii.. dia hanya tersenyum menoleh dan menatapku dengan sedikit terkejut ketika setelah kupegang.Itu mungkin hanyalah ilusi.Namun sekarang dengan kesendirian di masjid, yang terjadi adalah hanya mengembalikan al-qur’an yang telah terbaca dan tiada aktifitas seperti yang pernah kualami dan rasakan sebelumnya.
  Di area kejuruanpun juga sendiri, mungkin beberapa teman yang ada disekeliling area, terlihat dari atas Nampak sepi jalan dibawah dan kursi yang pernah dia tempati bersama saat itu.Masih tampak jelas dimana foto yang ada diponsel  ini menandakan bahwa ada yang lain seketika melihat dia sudah bersama orang lain.Waktu istirahat tiba dimana siswa yang membawa bekal mulai bersandar didepan area kejuruan dan yang tiada bekal mulai turun dari tangga dan mulai berjalan menuju tempat pembelian.Berjalan setapak menuju ke tempat itu dan melewati kursi yang pernah terbawa perasaan saat itu, dan beberapa langkah kemudian memalingkan muka ke samping lawan arah dimana kursi itu berada.Cuma dapat tersenyum dengan apa yang dia berikan saat itu, rasa itupun terbawa sampai ke tempat kumembeli makan.Ketika berbalik arah dan kembali ke kejuruan, ada perasaan yang membuat kumenundukan muka dan seolah-olah tidak melihat siapa yang berada di depanku.Mungkin ini sebuah gengsi, mungkin ini adalah rasa yang kutunjukan betapa dulu pernah berbuat salah kepadanya, entah siapa yang didepan, kurasa itu adalah dia, terkadang dia muncul tanpa tersadar berada tepat dihadapan.Setelah sampai ditanggapun kembali memandangkan tatapan kedepan.Seolah terlepas dari tempat dimana kuberbuat salah.Mungkin itu kecemasan yang terjadi akibat emosi semata.
  Beranjak dari kejuruan dan tepat jam empat belas siswa mulai bergegas pulang.Berjalan menuju  ke tempat parkir samping masjid, berjalan dengan teman yang biasanya bersamaku.Ketika berpapasan dengan dia, kuragu untuk menyapanya untuk mengucapkannya kembali, sebenarnya ada niat untuk berkata namun semua itu tertutup kabut hitam gengsi yang bersamaan.Didalam hati menyesalkan tentu jawabannya iya, namun apa yang terjadi mungkin tidak akan terulang kembali dan itu kesempatan yang terlewatkan.
  Saat Ujian kenaikan kelas tiba, yang pernah teringat pada ujian sebelumnya adalah ketulusan dia memberikan pengertian dan penjelasan tentang pelajaran yang diujikan keesokan harinya.Ketulusan dia mengajariku membuat rasa berterima kasihku kan terucap kepadanya, kala itu dia kuanggap sebagai malaikat, jarang ada orang yang mau merelakan waktunya demi oranglain yang jelas itu tidak akan menguntungkan demi dirinya, apalagi mengajarkan di tengah malam.Seketika itu teringat janji membangunkan tetpat jarum jam menunjukan pukul 2 malam.Namun kucoba membangunkan badan sendiri ketika mendengarkan bunyi alarm jam, namun dengan ketidak sadaran membuatku lupa akan janji tersebut.Terasa menyesal ketika mengetahui setelah bangun ternyata matahari sudah mulai menampakkan cahanya.
  Merasakan orang yang spesial itu bersama kita mungkin tiada ibarat yang dapat menggambarkannya, kalaupun ada mungkin seperti kuku yang berada dijari.Dia tumbuh selama orang yang mempunyainya itu hidup.Banyak kenangan yang terjadi saat bersamanya, mungkin cukuplah hanya disimpan rapat-rapat.Kenangan itu seperti embun, selalu datang setiap hari dan akan hilang ketika dia sudah bersama oranglain terbang tak terlihat dengan cahaya cerah yang mengiringi kepergiannya, dan dia akan berbahaia bersama hal baru dan akan kurasa jatuhnya seperti semula.
   Membuka lembaran baru sepertinya tidak, mungkin lembaran yang masih tersisa bersama dia kan kulanjutkan bersama orang lain karena kutahu dia tidak akan pernah kembali selama dia masih mengingat waktu itu dan kepada oranglainlah pilihan dan alasannya untuk dia bahagia.
  Sebenarnya ada orang yang mempunya kemiripan dengan dia.Namun semirip apapun orang tersebut tidak akan dapat melanjutkan lembaran yang sebenarnya kan kututp bersamanya hingga lembaran itu penuh dengan tinta.Salah memilih orang yang akan bersama itu bukanlah harapan yang kuingin, namun ketika tidak mencoba semuanya akan sia-sia.Mau tidak mau, dia adlah dia.Tidak ada orang yang serupa apalagi sama persis dengannya.
  Selalu teringat pesannya, ”  Semua ini bukan yang kita ingin namun, Tuhan telah mentakdirkan bahwa kita terpisah karena kita memulai dengan salah, kesalah pahamanmulah yang membuat kamu pergi dan mencoba meninggalkanku secara sepihak, jika mungkin ini keputusan terbaik yang kamu pilih, aku akan terima meskipun aku tidak menginginkan kepergianmu sekarang.Ada beberapa pesan terakhir sebelum kamu meninggalkanku : ketika kamu berbuat janji kepada kekasihmu nanti, maka tepatilah seperti apa yang kamu janjikan dan buatlah orang yang akan bersamamu nanti adalah orang yang bahagia karena kebersamaan denganmu, dan buatlah aku sebagai orang terakhir yang pernah kamu buat menangis “, dari situlah kucoba untuk tidak jatuh kedalam kesalahan yang sama.Butuh instropeksi, butuh penalaran, butuh sedikit pilahan dan pastinya butuh kepastian.
  Terkadang orang terlihat lebih indah dan sempurna ketika dia sudah tidak kumiliki lagi dan orang lainlah sebagai tempat dia menulis dan alasan untuk dia menorehkan tinta kebahagian bersama.Menangis ? menyesal ? betulkah cinta itu datang dikala yang tidak tepat ? mungkin tuhanlah yang berkehendak bahwa jodohmu mungkin masih ditangan Tuhan, selagi mampu untuk berubah pasti dia akan diberikan jalan Tuhan untuk melangkah kembali dan membuat lembaran baru dan membuang lembaran luka yang masih hinggap di perasaan.
 ……………….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar