Jumat, 21 Juni 2013

Kau Beriku Oshi



  Ku kenal dia berawal dari pertemuan yang tidak ku tahu kenapa terjadi seperti itu.Terkadang berkenalan tidak butuh yang namanya persiapan, tidak butuh yang namanya kejutan dan tidak butuh namanya uang.Perkenalanku pada dia ketika pendataran masuk kesebuah sekolah, saat itu kepelosanku membuat semuanya terasa biasa tanpa merasa aneh kepada dirinya, berdetak saja tak ada.Namun suara sapa yang di ucapkan dengan wajah tersenyum, salam hangat itu menjadi menarik namun tetap wajar dan mengasikkan.

“Oh tiada kejutan yang hebat dan mempesona

Ketika kau lewat dihadapanku, biasa saja

Waktu perkenalan lewatlah sudah

Ada yang menarik pancaran diri

Yang wajar tapi tetap memgasiykan..”

  Ketika menggenggam tangannya, terasa ada yang berbeda, hangat dan lembut lambaian tangan saat itu tidak dapat pergi dan membuat bimbang hati.Kusampaikan rindu ini kepada hati yang setelah lama menjalani kesendirian karena tiada yang dapat melepaskan hasrat kesendirian.Membayangkan peristiwa saat pagi, terbawa sampai sebelum tidurku yang tetap ingin mengetahui siapakah dirinya.
  Di hari kedua pendaftaran, kutunggu dirinya seperti biasa dimana aku dan dia berkenalan, tepat depan pohon dan bangku panjang.Disitulah kutunggu dia, namun saat itu bayangan yang ada dalam fikiranku bukanlah perasaan suka meainkan hanya ingin mengenal dia.Tidak berselang lama, Nampak dari kejauhan ada yang berjalan dengan membawa sampul biru dari arah jalan sempit.Semakin dekat dan sampai ditempat itu, ternyata dia.Senyumnya yang manis membuatku merasakan kenyamanan bersama dia meskipun saat itu baru mengenal sebentar.
“ Hai.. kamu dari mana ?”Sapaku ramah terhadapnya.
“Hai juga, Oh iya ini dari kantin”Balasnya sambil membuka tas.Tidak beberapa lama kemudian disodorkannya botol air mineral kepadaku.
“Ini buat kamu”Dia menawarkan kepadaku.
“Oh iya terima kasih ya” Kuberikan kembali senyuman ramah kepadanya.
  Semenjak saat itu, aku mulai berfikir untuk mengenal lebih dalam terhadap dia karena ada yang berbeda setelah dia terlihat baik.
Berselang beberapa menit kemudian tanda bel tanda siswa mengikuti tes psikotes dimulai, setelah itulah aku dan dia bergegas pergi ke ruangan masing-masing untuk melakukan tes.
   Dihari ketiga dimana pengumuman pendaftaran siswa yang diterima diumumkan di papan depan sekolah.Syukur alhamdulilah kuditerima disekolahan tersebut, namun kulupa tidak melihat apakah juga diterima dalam sekolah tersebut ataukah tidak.
  Kutunggu dia ditempat biasa.Namun lama kumenunggunya, dia tidak kunjung datang tuk menemuiku.Ada yang berbeda, namun yang ada dalam fikiranku adalah mungkin dia sudah pulang bersama orang tuanya.Entahlah ketika itu, lama menunggu membuat rasa bosan itu datang menghampiri.Dan seketika itu kucoba melangkah untuk meninggalkan tempat itu.Akhirnya kulangkahkan kaki bergegas untuk pelan meskipun perasaan ingin pulang itu terhenti.
  Ketika masa orientasi siswa itu datang,pagi hari ditengah lapangan diadakan upacara penerimaan siswa baru.Saat itu mulai mengenal satu sama lain, namun tidak dengan dia.Tidak disangka saat itu dia berada tepat dibelakangku tanpa aku sadari.Ketika kutolehkan kepala kebelakang, sempat aku mengenali wajah tersebut.Dan setelah menghadap ke belakang, senyum manis itu datang memberikanku semangat saat  itu.Diapun menyapaku dengan ramah dan begitu pula sebaliknya dengan aku. Tak disangka secepat itu kudipertemukan kembali dengan dia.Hikmat upacara mengakhiri pembicaraan singkat.
   Setelah masuk kedalam kelas, kucoba berpindah dari bagian belakang menuju kedepan.Itu semua kulakukan karena keinginanku untuk dekat bersama dia.Karena saat itu dia bersamaku dalam satu kelas dan kucoba untuk menjadi satu meja dua bangku.
   Banyak percakapan yang terjadi saat itu.Namun aneh terasa ketika dia mengeluarkan tas peralatan sekolah, Nampak berwarna merah, bertuliskan JKT48, kemudian dibukanya tas tersebut dan setelah itu kulihat pen dia juga berwarna merah.Ketika mengeluarkan buku tulispun warnanya merah dan bertuliskan JKT48.
  Saat waktu kosong terkadang dia menyanyikan lagu dari idolanya.Dengan semangat dia menyanyikannya, dan mau tidak mau kan kuterima semua kebiasaannya yang mungkin setidaknya membuat ketidaknyamanan itu hinggap.Namun karena ekspresinya membuat rasa yang sedikit tidak suka membuat tawa dan senyum yang selalu kuberikan kepadanya.
  Ketika melihat berhari demi hari, dia menyerupai dan hampir sama dengan Nabilah member JKT48.Kurasa mungkin ini alasan dia melakukan seperti itu.Terlihat dia akan menirukan apapun yang nabilah lakukan dan usianyapun juga tidak terpaut jauh.
  Kucoba kepo kepadanya.Dan itu benar, ternyata dia adalah fans dari JKT48, terutama nabilah.Tersadar dari semua itu, bingung melanda fikiran.Karena aku merupakan orang biasa, mungkin cukup dengan mengaguminya sudah cukup.Tidak mungkin musik popjazzy berubah menjadi musik  pop.Karena itulah yang menghambat kekagumanku kepadanya.
  Dia banyak merelakan waktunya demi melihat idolanya tersebut.Banyak pernak-pernik dan aksesori yang dia pakai mirip dan identik dengan warna merah.Yang terbayangkan adalah, “ Apakah aku juga mengikutinya untuk bisa bersamanya ?” Kurasa tidak semudah itu.Karena dibutuhkan keyakinan untuk berubah genre music.Yang ditakutkan adalah ketika dia melihatku dan dia merasa ill feel kepadaku.
  Apakah iya aku mencintainya dengan harus aku mengagumi idolanya.Tentu saja tidak.Namun aku yakin  dari itu semua ada jalan yang lebih baik untuk dapat terus bersamnya.Setiap hari kucari apa yang idolanya suka dan kurelakan waktuku untuk dapat mencari info tentang idoalnya itu.Perjuangan yang tak kenal lelah pasti akan dapat menghasilkan pekerjaan yang maksimal.Dan itu berhasil.
  Saat itu kita berjalan bersama untuk melihat konser idolanya.Sampai hall, kududuk disampingya.Ketika para member keluar, cepat tiada berdiri dan histeris untuk meluapkan kebahagiannya.Mulailah para member menyanyikan lagu hits nya.
   Saat lagu selesai.Mulai aku mencoba membujuk dia untuk duduk.Dan diapun mengikuti  bujukanku.
“Mau ada hal yang aku mau bicarakan padamu”Serius kukatakan.
“Ada apa?” Jawabnya sambil kebingungan.
Kupegang kedua tangannya “Selama ini kita meluangkan waktu bersama, ada hal yang membuat aku nyaman ketika berada disampingmu.Dansetelah kupahami, dapatkah kumenjadi oshi dalam hati kamu?Yang dapat kau banggakan seperti kamu mengidolakannya ?”
“Aku tidak dapat menjawab sekarang, aku butuh waktu”Jawabnya sambil melepaskan genggaman kedua tangannya.
  Semenjak saat itu, kedekatannya bersamaku mulai pudar.Mungkin Karena santunku salah berucap saat yang tidak tepat.Banyak penyesalanpun kuterima.Kebodohan yang kulakukan hilang sudah.Di sekolahpun juga dia berikan perlakuan yang sama.Terkesan dia mnghindar dan pergi dihadapanku.
  Tiga hari berturut turut dia berikan perlakuan kepadaku.Malam itu terasa ada firasat yang datang tiba tiba menghampiri dan membuat fikiran mengada ada hal yang tidak mungkin terjadi.
  Bel pintupun terdengar dipertengahan malam.Dan kubergegas pergi membuka pintu.Dan tidak menyangka apa yang terjadi ini seperti kenyataan.
“Happy Birthday” Ucap dia kepadaku seperti Nabilah.
  Terkejut dan tak dapat berkata dan berucap saat itu.Dia berikan kejutan yang bagiku itu sebuah khayalan.
“Aku berikan ini juga sebagai tanda akun juga menerimamu sebagai oshi dihatiku”Lanjut dia berucap dan memberikan senyumnya kembali.
   Tidak dapat menjawab apa apa dan setelah kutiup lilinnya, kupeluk dia, kurasakan hangatnya sentuhannya dan rasa haru bahagia kurasakan saat itu.Itulah dia yang penuh kejutan,dan mungkin inilah yang terasa ketika kuberanjak menuju umur tujuh belas tahun.
    Dan semenjak itu, kita saring berjalan bersama, banyak waktu kuhabiskan bersamanya, dan yang pasti kebahagian itu hinggap yang tidak kita duga dan perasaan bahagia itu datang berawal dari kebiasaan yang dilakukan bersama.
  Berawal dari pertemuan, perkenalan, kedekatan, dan akhirnyapun kejutan yang dia berikan memberikan warna dalam kehidupanku, memberikan cahaya bersama yang mengiringi langkah bersama.Tiada kata yang dapat diungkapkan.Kebahagiaan itu datangnya dari hati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar