Cinta, bicara soal cinta tidak pernah aka
nada habisnya.Cinta selalu hadir melengkapi hari-hari bersama jika cinta
diantara orang yang tepat.Namun kadang cinta datang sangat lama.Cinta datang
bersama hal yang tak terduga, bersama orang lain, maupun datang dengan hati
terbuka.
Pernah kujalani bersama perempuan yang bernama Hap. Berawal
dari smartphone baru dan kubuatlah akun twitter pertamaku.Namanya @izzulfana.
Waktu muda berbagi merupakan suatu keharusan dan disaat itupulah kurasakan
kesendirian.Jomblo sering disebut kebanyakan orang.Beberapa orang kufollow dan
ku tweet, “Follback ya”, dilanjut ketika setelah terjawab ngechat lagi, “ kamu
siapa ?”.Sering kulakukan dengan keluguanku.
Disaat itu juga ada yang berbeda, dia adalah Hap. Namun saat
itu Hap masih mempunyai pasangan, nggak ngenes sih ya. Namun namanya khilaf
juga tidak lepas dari namanya anak muda. Ngechat a, ngechat b.Namun tak
beberapa lama kudengar dan kutahu tweetnya mulai ngejomblo.Patah hati dan
sepertinya mulai terbuka.Yang kutahu saat itu hanyalah dia mengaku single.
Dengan keterbukaan yang kuberikan, dalam chatpun berasa
jomblo saling perhatian.Sampai dalam kelaspun jadi trending topic kalau ada dua
orang jomblo yang saling perhatian. Seiring berjalannya waktu, dengan terlalu
membuka mata lebar-lebar.Ada seseorang yang datang yang dengan membawa seribu
kegalauan, kesuwungan.Dia namanya
Yui.Yui adalah perempuan yang paling galau dalam twitter.Entah karena
menyesal dengan pacar atau menyesal karena mantan.Banyak tweet yang nggak
sepatutnya dibicarakn.
Namun karena aku teralu care sama seseorang maka kucoba
menghiburnya.Banyak kulakaukan interaksi bersama Yui, sampai kulupa dengan
kabar Hap.Padahal Haplah yang paling dekat denganku.
Yui selalu membalas tweet penggalan lagu dariku, sampai
berisi banyak interkasi darinya.Beberapa bulan kemudian kujadikannya
pacar.Meskipun bersama Yui enggak berjalan lebih dari 1 bulan.Setelah itu
kumulai menjomblo dan melupakan segalanya.
Waktupun berjalan hingga beberapa bulan dan hamper satu
tahun.
Tuhan memberikan kesempatan kembali untukku bertemu
Hap.Tuhan kembali mempertemukan Hap
kembali denganku.Memang sebuah perjalanan itu sulit ditebak akankah baik
ataupun buruk yang akan diterima.Yang pasti ku ingat kembali bagaimana caranya
pacaran.
Bertemu Hap pertama waktu UAS sekolah datang.Yang pasti
tetap lewat dumai namun lebih privat.Berhubung Hapnya sudah gedhe.Banyak yang
kutanyakan bersama Hap.Banyak pula yang Hap lakukan buatku dengan
tulus.Membantuku mengerjakan latihan soal, membantuku member pengarahan,
memeberiku kisi-kisi dan memberiku support dan motivasi.
Mulai dari itu juga aku merasakan nyaman bersamanya.Hingga
kebiasaan burukku yang lupa dengan bagaiamana cara untuk belajarpun hilang.Hari
berganti hingga akhirnyapun UAS selesai.Karena aku selalu mengajak dia bertemu
denganku namaun kuselalu lupa dan ingkar, dia merasakan sebenarnya dia terlalu
kubodohi.Namun kupastikan kembali dengannya sebenarnya siapa aku.
Darrr.. hari sabtu penerimaan rapotpun dilaksanakan.Tak
kusangka hasilnya lumayan memuaskan.Mungkin karena Hap juga telah membantu
semuanya.
Liburanpun telah dimulai dan kuajaknya pergi.Meskipun hanya
dekat.Kujalan bersamanya pada hariliburan
ke 4.Disana banyak hal yang kulakukan
dengannya.Dari hamper jatuh dari sepeda dan ketidak pekaannya waktu kuucapkan perasaan
itu.Namun apa mau dikata.Sudah terlanjur dan waktunya itu hanya 4jam.2 jamnya
suwung bersama dan 1 jam bahas mantan masing masing dan sisanya bahas orang
yang sedang pacaran dihadapanku dan Hap.
Namun ketika dia menanyakan apakah kudekat dengan Trya,
mulai kubingung.
“Kamu dekat sama Trya kan ?”
Dia menanyakan hal yang tidak kuduga.Karena kudekat dengan
Trya bukan karena cinta namun karena pembuatan video stop motion.
Sampai dirumahpun Hap menanyakan kembali soal itu.Namun
seolah dia takpercaya kemudian Hap merasa terlalu berharap kepadaku.
Tuhan memberikan cobaan ketika aku sudah memastikan pilihan
hati kedia namun Trya seolah menjadi orang yang merubah segalanya.Kujelaskanlah
kepada Hap apa yang sebenarnya terjadi.Perlahan mulai mempercayai kebenaran dan
mengurangi kenegatifan itu.
Kepastian itu perlahan mulai terbangun kembali, meskipun pada
akhirnya belum ada status yangkudapat, mungkin kata ‘ you ‘ menjadi ‘ mine ‘
tidak semudah ‘ I ‘ , ‘you ‘ , ‘ they ‘
menjadi ‘ we ‘
Tidak ada komentar:
Posting Komentar